Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label permasalahan penduduk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label permasalahan penduduk. Tampilkan semua postingan

MASALAH-MASALAH KEPENDUDUKAN DAN UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA


Setelah selesai mempelajari materi pada Kegiatan Belajar 2 diharapkan Anda dapat:

1. menjelaskan masalah-masalah kependudukan di Indonesia; dan
2. menjelaskan upaya-upaya untuk penanggulangan masalah kependudukan di Indonesia.


Setiap Negara mempunyai masalah di bidang kependudukan. Masalah kependudukan yang dihadapi suatu negara berbeda dengan negara yang dihadapi negara lain.

Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalah-masalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi.

Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu:
1. Jumlah penduduk besar.
2. Pertumbuhan penduduk cepat.
3. Persebaran penduduk tidak merata.
4. Kualitas penduduk rendah.
5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda.

Agar Anda dapat memahami masalah kependudukan di Indonesia seperti yang disebutkan di atas, perhatikan uraian berikut ini.

Jumlah penduduk besar

Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan.

Jumlah penduduk yang besar bermanfaat dalam:
- Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.
- Mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain.

Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:

Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga berakibat seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya pemukiman kumuh.

Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini cukup sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor swasta untuk mengatasi masalah ini. Peran serta swasta yang telah dilakukan antara lain pembangunan pabrik/industri, sekolah swasta, rumah sakit swasta dan lain-lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BBM Naik, Warga Kurangi Alokasi Dana Menabung

BBM Naik, Warga Kurangi Alokasi Dana Menabung

Masyarakat di beberapa kota besar di Indonesia menurunkan jumlah dana pribadi mereka untuk menabung karena naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan hasil survei Kadence International, penurunan jumlah tabungan masyarakat berdasarkan kota berkisar antara 11-18 persen.

"Alokasi dana untuk menabung jadi turun karena ada alokasi untuk pengeluaran lain. Jadi ada yang harus dikorbankan yaitu alokasi untuk menabung," kata Managing Director Kadence Indonesia, Vivek Thomas di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2013.

Survei dilakukan terhadap 500 orang di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Balikpapapan, dan Makasar. 50 persen responden merupakan wanita dan 50 persen adalah pria. Usia responden berkisar dari 19-50 tahun. 70 persen responden merupakan pekerja dan sisanya tidak bekerja. Survei dilakukan pada 23 Mei hingga 3 Juni 2013 dengan margin error 4,38.

Berdasarkan hasil survei di 5 kota tersebut, rata-rata terjadi penurunan alokasi tabungan sebesar 16 persen. Tabungan rata-rata per bulan mencapai Ro 977 ribu, setelah kenaikan BBM tabungan menjadi Rp 823 ribu. Jika didetailkan per kota, penurunan alokasi tabungan di Jabodetabek mencapai 18 persen, dari RP 875 ribu menjadi 718 ribu. Di Balikpapan, penurunan alokasi untuk menabung mencapai 19 persen, dari Rp 1.877.000 menjadi Rp 1.527.000. Di Medan, sebelum BBM naik, tabungan warga per bulan rata-rata mencapai Rp 1.420.000, setelah BBM naik, tabungan mencapai 1.245.000..

Berdasarkan frekuensi pendapatan, penurunan tabungan terbesar akan dirasakan oleh masyarakat yang berpenghasilan mingguan. Penurunan mencapai 22 persen, dari yang menabung Rp 1.010.000 per bulan menjadi Rp 788.000 per bulan. Masyarakat dengan penghasilan bulanan mencatatkan penurunan alokasi tabungan sebesar 17 persen, dari Rp 1.041.000 per bulan menjadi Rp 868.000 per bulan. Untuk warga dengan penghasilan harian, penurunan alokasi tabungan mencapai 7 persen, dari Rp 977.000 menjadi Rp 823.000.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DAMPAK PERMASALAHAN PENDUDUK TERHADAP PEMBANGUNAN


       
       Penduduk adalah objek dan subyek pembangunan. Sebagai objek, penduduk adalah sasaran pembangunan. Sebagai subyek, penduduk adalah pelaku pembangunan. Peranan penduduk sebagai subyek menentukan arah dan keberhasilan pembangunan. Potensi dan tantangan pembangunan ditentukan oleh keadaan riil kependudukan dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara. Bagaimana potensi dan tantangan pembangunan di Indonesia? Kekayaan sumber daya alam yang ada di bumi Indonesia sangat besar. Ini merupakan suatu potensi. Masalahnya adalah  sanggupkah penduduk Indonesia mengeksploitasi dan mengelola sumber daya alam yang melimpah itu?  Fakta menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam (penambangan) di Indonesia banyak dilakukan oleh perusahaan asing. Proyek-proyek pembangunan oleh pemerintah juga sering menggunakan bantuan (assistance)  perusahaan asing.

       Hal ini disebabkan oleh keterbatasan modal dan teknologi yang dimiliki penduduk Indonesia. Penguasaan teknologi dan kepemilikan modal terkait dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) penduduk Indonesia. Rendahnya kualitas sumber daya manusia penduduk Indonesia ditunjukkan dengan GDP perkapita  yang relatif rendah. Kualitas sumber daya manusia penduduk Indonesia yang rendah merupakan penghambat pembangunan. Secara terperinci faktor kependudukan yang menghambat pembangunan adalah:

1.    Rendahnya kualitas SDM penduduk Indonesia
Salah satu indikator kemakmuran suatu negara adalah volume barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduknya. Untuk memproduksi barang dan jasa diperlukan penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan terkait dengan kualitas SDM penduduk suatu negara. Jadi kualitas SDM merupakan faktor penentu kemakmuran. Apa yang dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keterampilan dan ilmu pengetahuan?

2.    Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Penduduk merupakan potensi sekaligus beban pembangunan. Penduduk yang berkualitas (produktif) merupakan potensi/kekuatan pembangunan. Sedangkan penduduk dengan kualitas rendah (non produktif) merupakan beban pembangunan. Pertumbuhan penduduk bagi suatu negara dapat menjadi kekuatan sekaligus beban. Ini tergantung bagaimana kualitas penduduknya. Bagi Indonesia, pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan beban pembangunan. Mengapa? Jumlah penduduk Indonesi saat ini sudah cukup besar. Tetapi kualitas hidupnya (kemakmurannya) masih rendah.  Apabila pertumbuhan penduduk masih tetap tinggi, maka kualitas hidup (kemakmuran) akan semakin menurun.

        Dari artikel diatas dapat disimpulkan bahwa masalah kependudukan sampai kapanpun tidak akan dapat dihilangkan melainkan diminimalkan dengan upaya-upaya dari pemerintah nya itu sendiri dan kesadaran masyarakat akan hal ini. Pemerintah sudah melakukan upaya yang semaksimal mungkin diantaranya dengan cara membuat program KB, program transmigrasi, pembangunan lebih intensif di kota-kota terpencil dan masih banyak lagi upaya yang lainnya. Namun upaya yang telah dilakukan pemerintah belum cukup dengan apa yang diterima, karena upaya apapun yang dilakukan pemerintah jika tidak adanya kerja sama dan kesadaran masyarakat itu sendiri tidak akan dapat mengatasi masalah kependudukan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masalah penduduk yang bersifat kualitatif


A. Tingkat kesehatan penduduk yang rendah

     Meskipun telah mengalami perbaikan, tetapi kualitas kesehatan penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Indikator untuk melihat kualitas kesehatan penduduk adalah dengan melihat:
1. Angka kematian
2. Angka harapan hidup
Angka kematian yang tinggi menunjukan tinggi kesehatan penduduk yang rendah. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukan tingkat kesehatan pendudukan yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak lepas dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semaakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi dapat menikmati makanan yang memenuhi kualitas standar makanan yang sehat.

B. Tingkat pendidikan yang rendah

      Tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengatur kualitas SDM suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktifitas kerja, orang yang pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinngi. Kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang yang berpendidikan tinggi tapi menganggur. Keadaan demikian sungguh sangat memprihatinkan. Orang yang menganggur menyebabkan bagi orang lain (keluarganya). Tingkat pendidikan diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang dibangun oleh pemerintah membawa dampak posotif yang signifikan. terhadap kesejahteraan penduduk. 

C. Tingkat kemakmuran yang rendah 

       Meskipun tidak termasuk negara miskin, jumlah penduduk Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan cukup besar. Sebanyak 37,5 juta penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan menurut standar yang ditetapkan PBB. Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas SDM semakin tinggi kualitas SDM penduduk. Semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya. Banyak negara yang miskin sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran penduduknya tinggi. Indonesia dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam. Mengapa banyak penduduk Indonesia yang hidup miskin. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masalah Lingkungan di Indonesia




Selain menimbulkan berbagai macam masalah sosial, jumlah penduduk yang semakin bertambah ini juga menimbulkan dampak pada masalah yang lain, yaitu masalah lingkungan. Semakin banyak penduduk berarti semakin banyak areal persawahan dan hutan yang berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk. Dan bila tadi sudah dibahas bagaimana jumlah penduduk yang semakin bertambah ini menyebabkan urbanisasi dan menimbulkan berbagai masalah sosial di kota-kota, maka kali ini kita bisa melihat bagaimana mereka yang tinggal menetap di desa pun menimbulkan masalah lain yang tak kalah seriusnya, yaitu kehancuran hutan yang ada, termasuk juga hutan lindung yang mesti dijaga.
Meski demikian, ini bukanlah berarti bahwa perusakan hutan oleh perusahaan raksasa kemudian kita abaikan begitu saja sebab jumlah 20 hingga 40 persen dari ratusan juta hektar bukanlah jumlah yang sedikit. Dan bila dibiarkan, maka lama-lama pun akan bisa menghancurkan seluruh hutan yang ada.


Kerusakan hutan yang ditimbulkan oleh penebangan yang semakin menjadi-jadi, baik oleh penduduk lokal maupun perusahaan besar, selain mengakibatkan apa yang telah disebutkan di atas, juga akan bisa menyebabkan banjir, tanah longsor serta endapan lumpur. Di Serawak misalnya, erosi ini telah menyebabkan endapan lumpur mencemari dua pertiga sungai di sana. Entahlah apa pendapat Dr. Mahathir tentang masalah ini. Lenyapnya hutan tropis ini juga berarti tidak akan ada lagi paru-paru dunia yang bisa menyerap polusi yang semakin melimpah, yang pada saat ini sebagian terbesar adalah hasil sumbangan dari negara-negara industri maju. Dan kelak ditambah dengan semua negara yang ada di dunia sebab semua negara-negara berkembang memang bercita-cita ingin menjadi negara industri besar. Besar-besaran kalau perlu, meski dengan gaji pekerja cukup kecil-kecilan saja.


Pada akhirnya, kerusakan hutan ini juga akan bisa memusnahkan jutaan spesies flora dan fauna yang ada, termasuk juga tanaman yang bisa bermanfaat bagi obat-obatan. Tak sampai 30 tahun lagi, pada tahun 2020 diperkirakan sepersepuluh sampai seperlima dari 10 juta spesies tanaman dan tumbuhan akan musnah sebab 50 persen dari spesies itu hidup di hutan-hutan tropis yang terus digerogoti. Dan sekali sebuah spesies musnah, ia akan musnah untuk selamanya. Bagi peminat ilmu alam, hal seperti ini akan bisa membuatnya merasa berduka. Barangkali perkataan Nietszche memang benar adanya. ³Dunia ini begitu indah,´ demikian katanya suatu ketika. ³Tetapi, ia mempunyai wabah yang sangat berbahaya: manusia.´


Selain mengakibatkan kehancuran hutan yang ada, pertambahan penduduk yang semakin tak terkendali juga akan bisa mengakibatkan pencemaran yang luar biasa pada pantai dan lautan. Kini tamasya laut bukan lagi janji kenyamanan. Mereka yang dekat dengan pantai tahu bahwa kini laut-laut begitu jorok, dipenuhi sampah plastik, dan ikan-ikan lenyap. Tapi, sebenarnya, tumpahan minyak, limbah pabrik dan sampah kota cuma masalah yang kasat mata. Ancaman utama untuk laut, 70 sampai 80 persen dari seluruh polusi bahari adalah sedimen dan pence¬mar yang mengalir ke laut dari sumber daratan, seper¬ti lapisan tanah teratas, pupuk, pestisida dan segala bentuk buangan industri. Terumbu karang, khususnya, amat rawan terhadap sedimen. Kini karang yang menye¬diakan rumah bagi sebagian besar spesies ikan di dunia di sepanjang Asia, Australia dan Karibia mulai berkurang.
Jadi, pertumbuhan penduduk yang tak terkendali ini memang bisa menyebabkan berbagai masalah dalam berbagai bidang kehidupan. Mengenai pencemaran pada lautan ini adalah suatu hal yang rasanya mengkhawatirkan mengingat dua pertiga negeri kita ini adalah terdiri dari lautan. Terlebih lagi lautan sebenarnya menyimpan kekayaan yang selama ini belum tereksploitasi sepenuhnya. Ikan-ikan kita sebagian besar membusuk di lautan tanpa sempat dikail nelayan.


Cara Mengatasi Masalah Lingkungan
Untuk mengatasi masalah lingkungan yang akan timbul sebaikanya pemerintah harus menjalan
beberapa program seperti dibawah ini :
Pengendalian Lingkungan Hidup
Harus menyusun rencana program dan kegiatan yang kreatif, inovatif dan realistis yang didukung oleh SDM yang trampil dan anggaran yang memadai. Program dan kegiatan yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan, diantaranya :


Program Konservasi Sumber Daya Alam dengan kegiatan-kegiatan, antara lain : pemeliharaan sungai dan situ, pembuatan sumur resapan dan biopori yang bertujuan untuk mengatasi bahaya banjir dan pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) bertujuan untuk menanggulangi polusi udara di kota.
Program Pengawasan dan Penegakkan Hukum dengan kegiatan-kegiatan, antara lain : pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup, pengawasan terhadap kegiatan industri yang bertujuan untuk pentaatan oleh masyarakat/ industri terhadap ketentuan dan kebijakan bidang lingkungan dan penanganan kasus bagi masyarakat/industri yang merusak dan mencemari lingkungan hidup.
Program Pemantauan dan Pemulihan Lingkungan Hidup dengan kegiatan-kegiatan : pemantauan kualitas lingkungan (air, tanah, udara) yang bertujuan untuk mengetahui status kondisi lingkungan di Kota Tangerang secara terus menerus, peningkatan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.


Masyarakat Umum
Harus meningkatkan kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap pemanfataan serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, diantaranya pembangunan rumah tinggal harus mengikuti ketetapan RTRW, mengadakan pengolah limbah/ tinja berupa septi tank, tidak merusak dan memanfaatkan secara berlebihan sumber daya alam (air tanah).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Permasalahan Yang dihadapi Pemerintah Di Bidang Ekonomi Makro

Ekonomi makro, yang merupakan salah satu cabang ilmu, ekonomi makro dapat membantu memecahkan permasalahan kebijakan ekonomi secara makro. Permasalahan kebijakan ekonomi makro mencakup masalah-masalah yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengendalian perekonomian secara umum. Tugas pengendalian ekonomi makro adalah mengusahakan agar perekonomian dapat bekerja dan tumbuh secara seimbang, terhindar dari keadaan-keadaan yang dapat mengganggu keseimbangan  umum tersebut. Ada tiga masalah ekonomi makro jangka pendek yang harus diatasi setiap saat. Ketiga masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut :




1. Masalah inflasi

Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang banyak dialami oleh hampir semua negara. Yang dimaksud dengan inflasi adalah suatu keadaan kecenderungan kenaikan harga-harga secara umum dan terus-menerus. Oleh sebab itu, kondisi semacam itu dianggap sebagai masalah dan tidak diperlukan kebijakan khusus untuk mengatasinya. Walaupun tidak secara otomatis menurunkan standar hidup, inflasi tetap merupakan masalah, karena dapat mengakibatkan redistribusi pendapatan di antara anggota masyarakat, dapat menyebabkan penurunan efisiensi ekonomi, dan dapat menyebabkan perubahan output dan kesempatan kerja dalam masyarakat.

2. Masalah pengangguran

Pengangguran terjadi karena jumlah tenaga kerja atau angkatan kerja melebihi tingkat kesempatan kerja yang tersedia. Berdasarkan tingkat pengangguran, dapat diketahui apakah perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh (full employment) atau tidak. Secara teoretis perekonomian dianggap mencapai tingkat kesempatan kerja penuh apabila tenaga kerja yang tersedia seluruhnya digunakan. Di negara kita upaya untuk menekan tingkat pengangguran dilakukan melalui pengendalian tingkat pertumbuhan penduduk. Program keluarga berencana merupakan salah satu alternatif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Hal ini disebabkan pembangunan ekonomi tidak mempunyai arti jika dibarengi dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi.

3. Masalah ketimpangan dalam neraca pembayaran

Neraca pembayaran adalah neraca yang memuat ikhtisar dari segala transaksi yang terjadi antara penduduk suatu negara dan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu, dan biasanya satu tahun. Transaksi-transaksi yang terdapat dalam neraca pembayaran menyangkut barang-barang dan jasa, dalam bentuk ekspor atau impor, transaksi finansial, seperti pemberian atau penerimaan kredit kepada atau dari negara lain, penanaman modal di luar negeri dan transaksi-transaksi yang bersifat unilateral, seperti pembayaran transfer dari orang-orang yang tinggal di luar negeri. Ketidakseimbangan dalam neraca pembayaran suatu negara dapat dikatakan merupakan masalah apabila ketidakseimbangan tersebut cukup besar. Jika kenyataan itu terjadi, diperlukan kebijakan pemerintah untuk mengatasinya. Dalam jangka panjang permasalahan ekonomi makro menyangkut persoalan pertumbuhan di bidang ekonomi. Masalah ini pada dasarnya menyangkut bagaimana mengatur perekonomian agar terdapat keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERMASALAHAN EKONOMI YANG DIHADAPI INDONESIA

BERBAGAI PERMASALAHAN EKONOMI YANG DIHADAPI INDONESIA
Berbagai masalah ekonomi yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia sudah ada sejak dahulu, namun jenis dan karakternya selalu berubah. Permasalahan tersebut mencapai puncaknya pada saat terjadi Krisis Ekonomi yang diikuti oleh krisis-krisis lain. Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah antara lain :
Korupsi sudah menjadi budaya bagi sebagian masyarakat Indonesia. Besarnya pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh para pejabat telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi.
Kemiskinan menciptakan generasi yang lemah dengan tingkat produktivitas rendah. Tingginya angka kemiskinan merupakan beban bagi pemerintah juga akan mengganggu pembangunan ekonomi.
Keterbelakangan Indonesia merupakan Negara berkembang dengan tingkat penguasaan teknologi yang kalah jika disbanding Negara lain. Selain itu juga memiliki kedisiplinan, keterampilan, serta pendidikan formal yang rendah.
Pengangguran. Terbatasnya lapangan kerja mengakibatkan terjadinya pengangguran. Pengangguran timbul karena adanya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan lapangan kerja.
Pemerataan Pendapatan Hasil-hasil pembangunan yang kurang merata dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini merupakan salah satu permasalahan yang dapat menhhambat kepercayaan. Tingginya pendapatan Nasional yang diperoleh suatu Negara belum menunjukkan kemakmuran yang diterima oleh Negara tersebut.
Penerimaan Negara Pemerintah membutuhkan dana segar untuk melaksanakan pembangunan dan menyelenggarakan pemerintahan. Pemerintah terus berusaha untuk lebih mengoptimalkan penerimaan dalam negeri.
Standar Hidup yang Rendah Standar hidup sebagian besar penduduk Indonesia sangat rendah.
Produktivitas yang Rendah Rendahnya produktivitas bersumber dari lemahnya kekuatan dan kesehatan fisik para pekerja yang merupakan akibat dari rendahnya pendapatan.
Konflik Sosial dan Ancaman Disintegrasi Bangsa Konflik social dan ancaman disintegrasi bangsa pada dasarnya bukan permasalahan ekonomi, Namun permasalahan tersebut secara langsung memengaruhi perekonomian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERMASALAHAN EKONOMI YANG DIHADAPI INDONESIA

BERBAGAI PERMASALAHAN EKONOMI YANG DIHADAPI INDONESIA
Berbagai masalah ekonomi yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia sudah ada sejak dahulu, namun jenis dan karakternya selalu berubah. Permasalahan tersebut mencapai puncaknya pada saat terjadi Krisis Ekonomi yang diikuti oleh krisis-krisis lain. Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah antara lain :
Korupsi sudah menjadi budaya bagi sebagian masyarakat Indonesia. Besarnya pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh para pejabat telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi.
Kemiskinan menciptakan generasi yang lemah dengan tingkat produktivitas rendah. Tingginya angka kemiskinan merupakan beban bagi pemerintah juga akan mengganggu pembangunan ekonomi.
Keterbelakangan Indonesia merupakan Negara berkembang dengan tingkat penguasaan teknologi yang kalah jika disbanding Negara lain. Selain itu juga memiliki kedisiplinan, keterampilan, serta pendidikan formal yang rendah.
Pengangguran. Terbatasnya lapangan kerja mengakibatkan terjadinya pengangguran. Pengangguran timbul karena adanya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan lapangan kerja.
Pemerataan Pendapatan
Hasil-hasil pembangunan yang kurang merata dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini merupakan salah satu permasalahan yang dapat menhhambat kepercayaan. Tingginya pendapatan Nasional yang diperoleh suatu Negara belum menunjukkan kemakmuran yang diterima oleh Negara tersebut.
Penerimaan Negara
Pemerintah membutuhkan dana segar untuk melaksanakan pembangunan dan menyelenggarakan pemerintahan. Pemerintah terus berusaha untuk lebih mengoptimalkan penerimaan dalam negeri.
Standar Hidup yang Rendah
Standar hidup sebagian besar penduduk Indonesia sangat rendah.
Produktivitas yang Rendah
Rendahnya produktivitas bersumber dari lemahnya kekuatan dan kesehatan fisik para pekerja yang merupakan akibat dari rendahnya pendapatan.
Konflik Sosial dan Ancaman Disintegrasi Bangsa
Konflik social dan ancaman disintegrasi bangsa pada dasarnya bukan permasalahan ekonomi, Namun permasalahan tersebut secara langsung memengaruhi perekonomian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masalah-masalah yang Dihadapi Dalam Dunia Pendidikan


pendidikan merupakan sarana untuk memperoleh ilmu agar dapat membentuk peserta didik yang berkarakter sehingga mempunyai pandangan kedepan utuk meraih cita-cita dan dan mampu berdapatasi di lingkungan, karena pendidikan dapat memotivasi kita untuk lebih baik di segala aspek kehidupan. tetapi dunia pendidikan masih mempunyai kendala untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik lagi, pendidikan yang berkarkter dan mempu mewujudkan pendidikan yang maju,
masalah-masalah yang di hadapi dalam dunia pendidikan yaitu :
· Masalah Penduduk

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kemiskinan dan Pendidikan Masalah yang Harus Dihadapi Indonesia

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.

Masalah kemiskinan masih menjadi persoalan yang harus dihadapi Indonesia. Setelah kemiskinan adalah bidang pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menyebut, masalah tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang mampu melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, hanya sebesar delapan persen. Sisanya karena hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga tidak mampu meningkatkan kualitas pendidikan.

"Ini pekerjaan besar kita untuk mendorong peningkatan pendidikan dengan pemberantasan kemiskinan,"  kata Hatta saat membuka Kongres HMI (MPO) ke-29 di Bale Binarum, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/6) malam.

Permasalahan lainnya, lanjut Hatta adalah cara bangsa Indonesia mengelola sumber daya alam yang belum menyentuh semua masyarakat.

Menurut Hatta, cara tersebut harus diubah, dengan menghentikan ekspor produk dalam bentuk mentah. "Kita harus hentikan ekspor produk mentah kita. Kita harus mengolahnya sebelum dijual," tutup Hatta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

permasalahan kependudukan di Indonesia

 

Jakarta, (ANTARA News) - Dewasa ini Program KB Nasional terkesan stagnan dan perlu memperoleh dukungan dari semua pihak. Hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia adalah 237,6 juta jiwa.

Sementara laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen masih lebih tinggi dari target yang harus dicapai pada tahun 2010 yaitu 1,27 persen, kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, dalam keterangan tertulis Kemenkes yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pada acara pelantikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Fasli Jalal,  Menkes mengatakan jika diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index, maka mutu penduduk Indonesia masih harus ditingkatkan karena masih berada pada urutan ke 124 dari 187 negara.

Persebaran penduduk juga tidak merata, sekitar 58 persen penduduk berada di Pulau Jawa.
Sementara piramida penduduk Indonesia mengindikasikan bahwa Indonesia akan menghadapi triple burden, yaitu meningkatnya jumlah penduduk balita, remaja, dan lansia. Dari total penduduk, sebesar 28 persen atau 64 juta jiwa adalah remaja, dengan jumlah penduduk lanjut usia atau lansia sebesar 18 juta jiwa.

Hal ini menunjukkan kemungkinan terjadinya peledakan penduduk akibat angka kesuburan yang stagnan, tambah Menkes. 
Menurut Menkes, saat ini data menunjukkan bahwa Angka kesuburan atau Total Fertility Rate (TFR) mengalami stagnansi selama 10 tahun tidak berubah yaitu 2,6 per wanita usia 14-49 tahun menurut SDKI 2012, Angka Age Spesific Fertility Rate (ASFR) 15-19 tahun menurun sedikit  dari 51 per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun (menurut SDKI 2007) menjadi 48 per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun (menurutSDKI 2012).

Padahal Indonesia menargetkan menjadi 30 per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun pada tahun 2015, Angka kesuburan di daerah perdesaan sudah mulai menurun, tapi jumlahnya masih dua kali lipat dibandingkan dengan kelahiran pada wanita usia subur 15-19 tahun di daerah perkotaan.
Untuk menghindari peledakan penduduk, kata Menkes, perlu dilakukan akselerasi revitalisasi yang terkait dengan capaian sasaran MDG Goal 4, 5, 6 sehingga TFR mencapai replacement level yaitu sebesar 2,1.

Di samping itu, perlu dilakukan intensifikasi  penggarapan di 10 provinsi penyangga utama, yaitu: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur, dengan  tetap memperhatikan provinsi Papua dan Papua Barat dalam meningkatkan mutu dan aksesmasyarakat pada  pelayanan KB.
KB

Revitalisasi Program KB adalah salah satu fokus dan prioritas Pembangunan Kesehatan yang diarahkan kepada penguatan supply dan demand secara seimbang, tutur Menkes.
"Dalam penguatan sisi supply, saya minta agar jajaran Kementerian Kesehatan, BKKBN, dan Pemerintah Daerah bersama masyarakat melakukan dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, upaya-upaya yang mencakup memperkuat sistem pelayanan KB, memperkuat kerjasama dengan mitra pelayananProgram KB, memastikan ketersediaan sarana-prasarana dan alat-obat kontrasepsi di semua sarana pelayanan kesehatan, meningkatkan kapasitas provider pelayanan KB

"Sedangkan dalam penguatan demand creation saya minta agar dilakukan pula dengan sungguh-sungguh upaya-upaya yang mencakup merubah pola pikir agar Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera Melembaga dengan merubah motto dari Dua Anak Lebih Baik ke motto Dua Anak Cukup, menumbuhkan sense of crisis dengan bekerja kreatif, tidak business as usual,  dan berintegritas tinggi, lanjut Menkes.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...